Senin, 02 April 2012

Para Ahli Pikir Yunani


FILSAFAT; PARA AHLI PIKIR YUNANI

A.Periode Yunani Kuno
Periode yunani kuno ditandai oleh munculnya para ahli pikir alam ,yang berarti bahwa para ahli pikir lebih memusatkan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.
Para pemikir filsafat yunani yang pertama berasal dari Miletos , sebuah kota perantauan yunani yang terletak dipesisir Asia Kecil.Mereka kagum terhadap alam yang penuh nuansa dan ritue dan berusaha mencari jawaban atas apa yang ada di belakang semua misteri itu.

1.Thales(625-545 SM)
Perintis matematika dan filsafat Yunani adalah Thales. Lahir dan meninggal di kota kecil Miletus yang terletak di pantai barat Asia Kecil, sebuah kota yang menjadi pusat perdagangan. Kapal-kapal pedagang dengan mudah berlayar ke Nil di Mesir, sedangkan karavan melakukan perjalanan lewat darat menuju kota di Babylon. Pendudulk Militus suka melakukan kontak dagang dengan kota-kota di Yunani dan warga Phoenisia. Di kota ini juga merupakan tempat pertemuan [dunia] Timur dan Barat, dan tempat lahirnya Thales.Thales mengembangkan filsafat alam kosmologi yang mempertanyakan asal mula,sifat dasar,dan struktur,komposisi dari alam semesta.Menurut pendapatnya,semuanya berasal dari air sebagai materi dasar kosmis.Dari pendapat itu dapat diartikan bahwa apa yang disebut sebagai arche (asas pertama dan alam semesta) adalah air.Katanya semuanya berasal dari air, dan semuanya kembali menjadi air.Bahwa bumi terletak diatas air, dan bumi sebagai bahan yang muncul dari air dan terapung diatasnya.
Awalnya, Thales adalah seorang pedagang, profesi yang membuatnya sering melakukan perjalanan. Dalam suatu kesempatan berdagang ke Mesir dan Babilonia (pada maka pemerintahan Nebukadnesar), dalam waktu senggangnya, Thales mempelajari astronomi dan geometri. Hal ini dipicu ketertarikannya bahwa dengan menggunakan ‘alat-alat’ tersebut, mereka dapat memprediksi gerhana matahari setiap tahunnya.
2.Anaximandros (640-546 SM)
Anaximandros adalah siswa Thales; sang filsuf pertama. Ia hidup pada abad ke 6 S.M. di Miletos pula. Berbeda dengan Thales, ia berpendapat bahwa permulaan yang pertama, tidaklah bisa ditentukan (apeiron), karena tidaklah memiliki sifat-sifat zat yang ada sekarang. Sama seperti Thales, Anaximander juga seorang "filsuf alam".
3. Pythagoras (582 SM496 SM)
Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya.Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Dalam tradisi Yunani, diceritakan bahwa ia banyak melakukan perjalanan, diantaranya ke Mesir. Perjalanan Phytagoras ke Mesir merupakan salah satu bentuk usahanya untuk berguru, menimba ilmu, pada imam-imam di Mesir. Konon, karena kecerdasannya yang luar biasa, para imam yang dikunjunginya merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai murid. Namun, pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Disini ia belajar berbagai macam misteri. Selain itu, Phytagoras juga berguru pada imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi, pada para imam Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri, pada para Magi untuk belajar ritus-ritus mistik, dan dalam perjumpaannya dengan Zarathustra, ia belajar teori perlawanan.
Selepas berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali ke Samos dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Kira-kira pada tahun 530, karena tidak setuju dengan pemerintahan tyrannos Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton di Italia Selatan. Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama yang kemudian dikenal dengan sebutan “Kaum Phytagorean.”
Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua benda. Angka bukan anasir alam. Pada dasarnya kaum Phytagorean menganggap bahwa pandangan Anaximandros tentang to Apeiron dekat juga dengan pandangan Phytagoras. To Apeiron melepaskan unsur-unsur berlawanan agar terjadi keseimbangan atau keadilan (dikhe). Pandangan Phytagoras mengungkapkan bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka.
Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.
Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa \sqrt{2}, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, Pythagoras memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus
4. Xenophanes(570 - ? SM)
Ia lahir di Xolophon,Asia Kecil.Ia lebih tepat dikatakan sebagai penyair daripada ahli pikir (filosof),hanya karena ia mempunyai daya nalar yang kritis dan mempelajari pemikiran-pemikiran filsafat pada saat itu.Ia menjadi terkenal sebab ia yang pertama kali melontarkan anggapan bahwa adanya konflik antara pemikiran filsafat (rasio) dengan pemikiran mitos
Ia membantah adanya antropomorfisme tuhan-tuhan,yaitu tuhan yang digambarkan sebagai (seakan-akan) manusia.Karena manusia selalu mempunyai kecenderungan untuk berpikir,maka tuhan pun seperti manusia.Ia juga menolak anggapan bahwa Tuhan bersifat kekal dan tidak mempunyai permulaan.Ia juga menolak anggapan bahwa Tuhan mempunyai jumlah yang banyak dan menekan atas keesaan tuhan.Kritik ini ditujukan kepada anggapan-anggapan lama yang berdasar pada mitologi.
5. Herakleitos(535 - 475 SM)
Herakleitos adalah salah seorang filsuf Yunani sebelum masa Sokrates. Ia hidup pada tahun 400-an SM. Ia berpedapat bahwa dasar semua materi adalah api. Menurutnya, api selalu berubah-ubah dan menggambarkan suatu keadaan yang kacau (chaos).
Herakleitos dianggap seorang yang pesimis karena ia menganggap segala sesuatu akan selalu berubah. Walaupun demikian, teori filsafatnya juga mempunyai segi positif, yaitu segala kekacauan pasti ada jalan keluarnya.
6.Parmenides (540 – 475 SM)
Ia lahir di kota Elea,kota perantauan yunani di italia selatan.Dialah yang pertama kali memikirkan tentang hakikat tentang ada (being)
Menurut pendapatnya, apa yang disebut sebagai realitas adalah bukan gerak dan perubahan.Hal ini berbeda dengan pendapat Heracleitos, yaitu bahwa realitas adalah gerak dan perubahan.Mengenai hakikat ada (being),ia kagum adanya misteri segala realitas yang ada.Disitu ia menemukan berbagai kenyataan,dan ditemukan pula adanya hal yang tetap dan berlaku secara umum.
Jadi,yang ada (being) itu satu,umum,tetap,dan tidak dapat dibagi-bagi.Karena membagi yang ada akan menimbulkan atau melahirkan banyak yang ada,dan itu tidak mungkin.
7.Zeno (490 – 430 SM)
Zeno dari Elea adalah filsuf Yunani pra-Socrates dan anggota Sekolah Eleatic yang didirikan oleh Parmenides. Aristotles menjulukinya penemu dialektik[1], dan Bertrand Russell menyatakan ia telah menyebabkan didirikannya logika modern. Ia paling terkenal untuk paradoksnya.
8.Empedocles (484 – 424 SM)
Empedokles (484-424 SM) adalah seorang filsuf Yunani sebelum masa Sokrates. Ia tinggal di Agrigentum, Sisilia.
Empedokles berpendapat bahwa materi terdiri atas empat unsur dasar yang ia sebut sebagai akar, yaitu air, tanah, udara, dan api. Selain itu, ia menambahkan satu unsur lagi yang ia sebut cinta (philia). Hal ini dilakukannya untuk menerangkan adanya keterikatan dari satu unsur ke unsur lainnya.
Empedokles juga dikenal sebagai seorang yang mistis dan juga pandai menjadi penyair. Konon ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke Gunung Etna di Sisilia.

9.Anaxagoras (499 – 420 SM)
Ia dilahirkan di kota Klazomenai,Ionia, kemudian menetap di Athena selama 30 tahun.Anaxagoras adalah ahli pikir yang pertama yang berdomisili di Athena.
Menurut pendapatnya ,realitas bukanlah satu,akan tetapi terdiri dari banyak unsure dan tidak dapat dibagi-bagi,yaitu atom.Ia tidak sependapat dengan konsep ruang kosong,alasanya bagaimana dengan gerak atom-atom itu apabila tidak ada ruang kosong.Dari ruang yang kosong inilah yang menjadi syarat untuk bergeraknya atom-atom.
Ia mengemukakan pemikirannya tentang nus,yang berarti roh atau rasio dan berpisah dari semua benda.Nus mengenal dan meguasai segala sesuatu.Oleh karena ajaran tentang nus inilah untuk pertama kalinya dalam filsafat dikenal adanya pembedaan antara yang jasmani dan yang rohani.
10.Democritos (460 – 370 SM)
Demokreito yang hidup pada tahun 460–370 SM adalah seorang filsuf Yunani sebelum masa Sokrates.
Ia mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi. Karyanya dijadikan sebagai pelopor ilmu fisika materi yang menutup kemungkinan akan adanya intervensi Tuhan atau dewa. Demokreitos juga menjadi orang pertama yang berpendapat bahwa galaksi Bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan.

B.Periode Yunani Klasik
Pada periode yunani klasik terjadi perkembangan yang sangat pesat pada bidang filsafat.Aliran yang mengawali periode yunani klasik ini adalah Sofisme.Penamaan aliran Sofisme ini berasal dari kata Sophos yang artinya cerdik,pandai.Keberadaan Sofisme berkaitan dalam bidang-bidang bahasa, dan terutama memaparkan tentang kehidupan manusia pada lingkungan masyarakat,sehingga Sofisme dapat membawa perubahan budaya dan perubahan Athena.

1.Sofisme
Istilah sofis yang berasal dari kata sophists yang mempunyai pengertian seorang sarjan atau cendikiawan.Sofisme bukan merupakan suatu aliran atau ajaran,akan tetapi lebih merupakan suatu gerakan dalam bidang intelektual yang disebabkan oleh pengaruh kepesatan minat orang terhadap filsafat.
Terdapat tiga faktor yang mendorong timbulnyakaum sofis,yaitu :
a)         Perkembangan secara pesat kota Athena dalam bidang politik dan ekonomi
b)         Kebutuhan dalam bidang pendidikan karena desakan kaum intelektual
c)         Adanya kontak dan pergaulan dengan bangsa lain disebabkan karena letak pemukiman perkotaan bangsa Yunani terletak di pantai,sehingga orang-orang yunani banyak mengenal berbagai kebudayaan.
2.Socrates
Socrates dilahirkan di Athena ( 470 S.M – 399 S.M ). Dia bukan keturunan bangsawan atau orang berkedudukan tinggi. Melainkan anak dari seorang pemahat bernama Sophroniscus dan ibunya seorang bidan bernama Phaenarete. Setelah ayahnya meninggal dunia, Socrates manggantikannya sebagai pemahat. Tetapi akhirnya ia berhenti dari pekerjaan itu dan bekerja dalam lapangan filsafat dengan dibelanjai oleh seorang penduduk Athena yang kaya.1
Masa Socrates bertepatan dengan masa kaum sofis. Karena itu pokok pembahasan filsafat Socrates hampir sama dengan pokok pembahasan kaum sofis. Sebab itu ada orang yang memasukkan Socrates kedalam golongan kaum sofis. Tetapi ini tidak betul, karena ada perbedaan yang nyata antara pendapat Socrates dan pendapat kaum sofis itu.
Tetapi dengan sekuat tenaga Socrates menentang ajaran para sofis. Ia membela yang benar dan yang baik sebagai nilai obyektif yang harus diterima dan dijunjung tinggi oleh semua orang. Dalam sejarah umat manusia, Socrates merupakan contoh istimewa dan selaku filosof yang jujur juga berani.
Socrates mempunyai kepribadian yang sabar, rendah hati, yang selalu menyatakan dirinya bodoh. Badannya tidak gagah sebagi biasanya sebagai penduduk Athena
Ajaran bahwa semua kebenaran itu relatif telah menggoyahkan teori – teori sains yang telah mapan, mengguncangkan keyakinan agama. Ini menyebabkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan. Inilah sebabnya Socrates harus bangkit. Ia harus meyakinkan orang Athena bahwa tidak semua kebenaran itu relatif, ada kebenaran umum yang dapat dipegang oleh semua orang. Sebagaian kebenaran memang relatif, tetapi tidak semuanya. Sayangnya, Socrates tidak meninggalkan tulisan.
3. Plato (427 - 347 SM)
Plato (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah filsuf Yunani yang sangat berpengaruh, murid Socrates dan guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik di mana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama.
Sumbangsih Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".
Ada yang berpendapat bahwa Plato adalah filsuf terbesar dalam sejarah manusia. Semua karya falsafi yang ditulis setelah Plato, hanya merupakan "catatan kaki" karya-karyanya saja.

4. Aristoteles
Aristoteles (384 SM322 SM) adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.
Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM. Perubahan politik seiring jatuhnya Alexander menjadikan dirinya harus kembali kabur dari Athena guna menghindari nasib naas sebagaimana dulu dialami Socrates. Aristoteles meninggal tak lama setelah pengungsian tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar