Selasa, 24 April 2012

Sinopsis novel 'Telegram'-Putu Wijaya


Hari ini saya akan memposting Sinopsis Novel 'Telegram' karya Putu Wijaya. Sesungguhnya sudah banyak situs yang memposting sinosis 'Telegram' ini, namun setelah saya baca bukunya, saya memiliki pendapat/versi yang berbeda dari berbagai sinopsis yang di posting di berbagai situs tersebut. Oleh karena itu, semoga Sinopsis lengkap 'Telegram' versi saya ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Sinopsis “Telegram” - Putu Wijaya
Judul Buku : TELEGRAM,  Pengarang : Putu Wijaya, Penerbit : Pustaka Jaya,  Cetakan : ke dua, 1977, Sinopsis :
Ceritanya dimulai ketika Aku punya janji bertemu dengan Rosa, pacar dari Aku, di warung tempat biasanya mereka bertemu. Aku menunggu Rosa di warung sambil menghembus-hembuskan asap rokok dan minum coca-cola. Waktu pun berlalu dengan cepat, akhirnya Rosa datang dengan muka yang berseri-seri, mungkin karena pertemuan mereka hari itu adalah hari pacaran mereka yang ke tiga ribu. Setelah bertemu, Aku dan Rosa meninggalkan warung tempat mereka janji bertemu kemudian mereka pergi berjalan-jalan sebentar sambil menunggu hari gelap. Setelah  hari gelap, Aku dan Rosa pun memasuki sebuah losmen. Saat itu,yang Aku dan Rosa lakukan, apalagi namanya kalau bukan perzinahan, namun semua itu mereka lakukan tanpa perasaan berdosa sebab mereka yakin bahwa mereka hanya melakukan panggilan hati mereka.
Setelah dari losmen, Aku dan Rosa pergi ke sebuah restoran. Sambil diselingi alunan orkes madun dari radio, Rosa bertanya pada Aku tentang kesiapannya untuk menikahinya, dan Aku menjawab ia siap meskipun ia harus melepaskan kebebasan yang dimilikinya. Rosa menangis mendengar jawaban Aku, sebab Rosa tahu hal tersebut mustahil untuk terwujud dan mereka berdua menyadari bahwa mereka tidak ingin menikah karena Rosa tidak ingin hubungan mereka menjadi palsu, ia tidak ingin Aku dan Rosa saling tersenyum,bertegur sapa, berpelukan dan lain-lain hanya karena mereka harus melakukan semuanya karena tugas bukan karena cinta lagi. Rosa kemudian bertanya lagi tentang persoalan tentang pernikahan mereka haruskah ditunda lagi, dan Aku mengetakan tidak, Aku yang akan mengambil keputusan tentang hal tersebut.
 Aku lalu mengajak Rosa ke sebuah taman, di sana Aku memutuskan bahwa Aku dan Rosa tidak usah kawin tetapi mereka tetap tinggal serumah, namun Rosa tidak menginginkan hubungan seperti itu karena dia bukan binatang. Lalu Aku pun mengatakan mereka menikah saja, pernikahan tidak bisa dihindari, karena itu akan tetap terjadi, perkawinan sudah menjadi upacara memasuki malapetaka. Setelah mengatakan itu, Aku pun mengantarkan Rosa pulang, ketika sampai di depan lorong menuju rumah Rosa, tiba-tiba Rosa mengatakan mereka tidak usah kawin saja sebab...
Tiba-tiba Shinta, anak angkat Aku menarik lengan baju Aku, dan Aku pun tersadar dari lamunannya, Aku masih tetap berada di warung. Kemudian Shinta mengajak Aku pulang karena Aku mendapatkan sebuah telegram, maka Aku pun pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Aku melihat telegram itu ternyata datang dari Bali yang mengabarkan ibunya Aku meninggal maka Aku harus segera pulang. Aku pun menulis balasan telegram itu yang menyatakan ia akan segera pulang. Setelah menulis balasan telegram itu, tiba-tiba Shinta datang dan menanyakan isi telegram itu, Aku pun berbohong mengatakan pada Shinta bahwa isi telegram itu dari om yang akan datang jadi mereka besok akan menjemputnya di stasun. Setelah itu, Aku menyuruh Shinta untuk tidur. Ketika shinta tertidur, Aku pergi ke tempat Normah, seorang PSK yang biasa Aku kunjungi, dan memberitahu Normah bahwa Aku akan pulang ke Bali. Setelah mengunjungi Normah, Aku kemudian pulang.
Keesokan harinya, Aku dan Shinta sudah berada di stasiun dan menunggu kedatangan om yang tak mungkin datang. Setelah lama menunggu Shinta memberikan kepada Aku uang kecil dan telegram yang dikira Aku hilang pada saat Aku mengunjungi tempat Normah tadi malam. Melihat telegram yang diberikan Shinta, Aku menyadari bahwa Shinta sudah mengetahui apa isi dari telegram tersebut, isi telegram tersebut adalah ibu Aku sakit keras dan meninta Aku segera pulang. Ternyata Aku juga menghayalkan bahwa isi telegram yang diterimanya tadi malam adalah bahwa ibunya sudah meninggal padahal isi telegram yang sebenarnya adalah ibunya sakit keras. Setelah mengetahui bahwa Shinta mengetahui isi telegramnya, Aku mengajak Shinta pulang karena Aku merasa badannya panas,Aku sakit.
Setelah dari stasiun Aku pergi ke dokter dan setelah dari dokter Aku langsung menuju ke kantornya, akan tetapi ketika sampi di kantornya, pak tua penjaga kantor mengatakan ada yang mencari Aku, Aku tidak ingin menenmui orang yang mencarinya maka ia pun pergi dari kantor ke tempat sahabatnya Zen untuk menumpang tidur.Setelah tidur di rumah Zen, Aku kembali ke kantor. Di kantor pak tua penjaga kantor memberika Aku sebuah bungkusan yang ternyata dari ibunya Aku.
Pada tengah malam di kantor Aku merasa suhu tubuhnya sangat panas, keesokan harinya badan Aku penuh dengan bintik-bintik merah, maka Aku pulang untuk istirahat agar nanti sore ia bisa pergi ke dokter.
Setelah dari dokter dan minum obat akhirnya Aku dapat tidur dan keesokan harinya Aku bangun sore. Karena merasa sudah sehat, Aku kembali ke kantor dan menyelesaikan cover story tentang Bali, dan setelah artikelnya selesai, Aku minta cuti untuk pulang. Setelah mendapat izin, Aku pun mulai membereskan barang-barangnya. Ketika tiba-tiba pak tua datang dan memberitahunya bahwa ada orang yang mencarinya. Ketika Aku menemui tamu yang mencarinya, ternyata dia adalah ibu kandung Shinta yang dahulu tidak menginginkan Shinta karena Shinta adalah anak diluar nikahnya. Ibu kandung Shinta datang menemui Aku karena ingin mengambil Shinta kembali, mendengar itu, Aku pun marah dan tidak terima dengan permintaan ibu kandung Shinta, saking marahnya Aku segera pulang dan tak memperdulikan ibu kandung Shinta.
Sesampainya di rumah, Aku memanggil Shinta dan menjelaskan bahwa ibu kandungnya ingin mengambilnya kembali, jika Shinta ingin kembali ke ibu kandungnya, maka Shinta tidak usah lagi menemui Aku lagi. Setelah mengatakan itu, Aku pergi keluar meninggalkan Shinta di rumah dan pergi menemui Rosa.
Setelah bertemu dengan Rosa, Aku dan Rosa melakukan hal-hal yang biasa mereka lakukan. Hari itu Aku dan Rosa sadar bahwa hubungan mereka harus segera berakhir karena sudah terlalu sering. Pada saat Aku dan Rosa berjalan-jalan, Rosa terlihat luar biasa murung dan tiba-tiba berteriak ia tidak bisa seperti ini lagi, ia bukan binatang. Karena takun menarik erhatian Aku menarik Rosa ke sebuah gang untuk menenangkan Rosa, namun Rosa berontak dan tidak bisa dikendalikan lagi, Rosa dalam keadaan sadar sudah menolak Aku, ajaib, setelah tiga ribu kali pacaran, Rosa hidup dan lepas. Aku bingung karena tokoh khayalannya Rosa sudah mempunyai kesadaran sendiri, ia tidak bisa lagi dikendalikan.
Aku menemukan kembali dirinya di dekat warung langganan, dan pemilik warung menyatakan tadi Shinta mencarinya, karena itu Aku kemudian pulang ke rumah.
Besoknya, Aku sudah bangun pagi dan mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa pulang ke Bali, Shinta kemudian bangun dan juga ikut mempersiapkan barang-barangnya. Sebelum keberangkatan Aku dan Shinta ke Bandara, ada telegram yang datang. Aku sudah dapat menebak isinya, telegram itu mengabarkan ibunya Aku telah meninggal. Namun, rencana sebelumnya untuk pulang tetap dilanjutkan.***tamat***

0 komentar:

Poskan Komentar