Sabtu, 14 April 2012

Sinopsis novel 'Bunga Roos dari Cikembang'


Judul : Bunga Roos dari Cikembang
Pengarang : Kwee Tek Hoay
Penerbit : Drukkerij Hoa Siang In Kok, Batavia
Tahun : 1927

Sinopsis :
Tuan Oh Ay Yjeng merupakan seorang administrateur dari Perkebunan Karet Gunung Mulia yang tinggal di Gunung Mulia dengan seorang Nyai-nya yang bernama Marsiti. Marsiti adalah seorang perempuan sunda yang baik, berbudi halus dan setia serta cinta pada juragannya yaitu Oh Ay Yjeng. Telah tiga tahun Oh Ay Yjeng dan Marsiti hidup bersama dengan bahagia di gunung Mulia, dan karena Oh Ay Yjeng merasa sangat cocok dengan Marsiti, ia memutuskan tak akan meninggalkan Marsiti dengan kawin dengan perempuan dari bangsanya.
Namun, pada suatu hari datanglah Oh Pin Lo, ayah dari Oh Ay Yjeng, dengan tujuan ingin memaksa Oh Ay Yjeng menikah dengan Gwat Nio anak dari Liok Keng Djim, pemilik perkebunan karet tempat Oh Ay Yjeng bekerja. Oh Pin Lo menginginkan Oh Ay Yjeng untuk menikah dengan Gwat Nio karena ayah Gwat Nio memiliki harta yang banyak sehingga jika Oh Ay Yjeng menikah dengan Gwat Nio, maka harta Liok Keng Djim akan jatuh ke tangan Oh Ay Yjeng, dan dengan harta itu Oh Ay Yjeng bisa membantu Ayah,ibu berserta adik-adiknya yang masih kecil. Mendengar ini, Oh Ay Yjeng tidak setuju dengan usulan ayahnya sebab ia telah mencintai Marsiti. Namun, Oh Pin Lo kemudian memaksa Marsiti untuk membujuk Oh Ay Yjeng untuk menikah dengan Gwat Nio. Karena bujukan Marsiti, akhirnya Oh Ay Yjeng setuju untuk menikah dengan Marsiti, dengan syarat Marsiti harus tetap menjadi Nyai-nya Oh Ay Yjeng.
Beberapa hari menjelang hari pernikahan Oh Ay Yjeng dengan Gwat Nio, Marsiti memutuskan untuk pergi meninggalkan Oh Ay Yjeng karena merasa sangat sedih dan tak sanggup melihat Oh Ay Yjeng menikah dengan wanita lain. Namun, yang tidak diketahui oleh Oh Ay Yjeng adalah waktu Marsiti meninggalkannya, ia telah mengadung anak Oh Ay Yjeng.
Waktu Oh Ay Yjeng mengetahui Marsiti telah menghilang, ia menjadi sangat sedih dan berusaha mencari Marsiti, namun Marsiti tetap saja tidak ditemukan, bahkan Jongosnya Tirta, yang telah lama bekerja pada Oh Ay Yjeng juga ikut mengilang pada saat mencari Marsiti.
Beberapa bulan telah berlalu, namun Marsiti tidak juga ditemukan. Oh Ay Yjeng telah menikah dengan Gwat Nio. Awalnya Oh Ay Yjeng tidak menyukai Gwat Nio, namun lama-kelamaan Oh Ay Yjeng merasa Gwat Nio sangat mirip sikap dan tabiatnya dengan Marsiti, sehingga lama-kelamaan Oh Ay Yjeng mulai mencintai Gwat Nio, apalagi setelah setahun kemudian Gwat Nio melahirkan anak perempuan yang menjadikan Oh Ay Yjeng sangat mencintai Gwat Nio dan Marsiti telah lenyap dari ingatan Oh Ay Yjeng.
Satu setengah tahun kemudian, Oh Ay Yjeng pindah ke Batavia kerana mertuanya telah sakit keras dan menjadikan Oh Ay Yjeng sebagai penerusnya dalam menjalankan setiap usaha mertuanya.
Pada suatu hari, menjelang ajalnya, Liok Keng Djim, ayah mertua Oh Ay Yjeng memanggil Oh Ay Yjeng dan Gwat Nio ke dalam kamarnya dan menceritakan sebuah rahasia yang menjadikan Liok Keng Djim merasa bersalah selama bertahun-tahun ini. Rahasia tersebut menyangkut Marsiti. Marsiti ternyata adalah anak kandung Liok Keng Djim dari salah satu Nyai-nya yang ia usir karena difitnah mandornya telah berbuat tidak senonoh dengan supir Liok Keng Djim. Waktu Liok Keng Djim mengusir Mina, ibunya Marsiti, Mina sedang hamil tiga bulan, namun Liok Keng Djim tidak percaya bahwa anak yang dikandung Mina adalah anaknya. Akan tetapi, setahun kemudian setelah kejadian itu, barulah Liok Keng Djim mengetahui bahwa Mina ternyata difitnah oleh mandonya yang menyukai Mina, namun, apa boleh buat, Mina telah pergi dan tidak diketahui keberadaannya oleh Liok Keng Djim. Oleh karena itu, Liok Keng Djim meminta Oh Ay Yjeng untuk memperbaiki kesalahannya pada Marsiti, akan tetapi sebelum mengatakan dimana Marsiti berada saat itu, Liok Keng Djim telah meninggal. Kemudian beberapa saat setelah Liok Keng Djim meninggal datang telegram yang mengabarkan ayah Oh Ay Yjeng juga telah meninggal sehingga dua orang yang mengetahui di mana Marsiti berada telah meninggal, sehingga jejak Marsiti kembali menghilang.
Bertahun-tahun kemudian, anak perempuan Oh Ay Yjeng satu-satunya yang diberi nama Hoey Eng alias Lily telah menjadi anak gadis yang cantik dan baik hati. Namun, Lily mempunyai satu tabiat aneh, yaitu ia selalu merasa dirinya akan mati muda. Melihat ini, Oh Ay Yjeng ingin menikahkan Lily dengan Bian Koen, agar sikap Lily yang selalu merasa dirinya akan mati muda itu hilang setelah ia menikah dengan Bian Koen. Tetapi, beberapa hari menjelang pernikahan Lily, Lily jatuh sakit dan tak berapa lama kemudian meninggal. Gwat Nio menjadi stres dan jatuh sakit, Oh Ay Yjeng juga merasa sedih dan tak sanggup lagi tinggal di batavia, sedangkan Bian Koen ingin pergi ke Canton untuk menjadi serdadu dan mencari kematian dengan gagah berani karena menurutnya tidak ada lagi gunanya hidup sebab Lily sudah tak ada lagi.
Beberapa hari sebelum keberangkatannya, Bian Koen berjalan-jalan disekitar perkebunan ayahnya karena ingin melihat daerah tersebut untuk terakhir kalinya sebelum ia berangkat ke Canton. Pada saat melewati sebuah perkuburan dan ingin memetik sebuah pohon yang berdaun unik, Bian Koen bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan Lily, sehingga Bian Koen memeluk gadis itu dan ketika dipeluk, gadis itu berontak kemudian lari, dan ketika Bian Koen ingin mengejarnya tiba-tiba Bian Koen pingsan dan tak sadarkan diri.
Betapa kagetnya orang tua Bian Koen, ketika Bian Koen dibawa ke rumahnya dalam keadaan yang tak sadarkan diri. Beberaa saat setelah Bian Koen sadar, ia ditanyai oleh ibunya mengapa ia sampai pingsan, kemudian Bian Koen mengatakan bahwa ia melihat Lily di perkuburan. Ibunya menyangka bahwa Bian Koen pasti diikuti oleh rohnya Lily sehingga ia memanggil seorang dukun untuk mengobati anaknya. Ketika dukun tersebut datang dan diadakan upacara untuk mengusir roh Lily, dukun tersebut melihat foto Lily dan mengatakan itu bukan foto Lily tapi foto Roos yang biasa dijuluki Bunga Roos dari Cikembang, cucu Oesman yang tidak lain adalah Tirta, jongos Oh Ay Yjeng yang dulu ikut menghilang bersama Marsiti.
Keesokan harinya, karena penasaran orang tua Bian Koen mendatangi rumah Oesman dan bertemu dengan Roos yang setelah berbicara dengan Oesman alias Tirta, diketahui Roos adalah anak Oh Ay Yjeng dengan Marsiti. Setelah mengetahui Roos adalah anak Oh Ay Yjeng, Roos kemudian dibawa oleh orang tua Bian Koen ke rumahnya dan mempertemukannya dengan Bian Koen. Setelah bertemu dengan Bian Koen, orang Tua Bian Koen mengundang Oh Ay Yjeng beserta Gwat Nio untuk datang ke rumahnya. Setelah Oh Ay Yjeng dan Gwat Nio sampai di rumah orang tua Bian Koen, mereka bertemu dengan Roos dan sangat senang ketika mengetahui bahwa Roos adalah anak dari Marsiti dan Oh Ay Yjeng.
Oh Ay Yjeng dan Gwat Nio beserta orang tua Bian Koen kemudian mengadakan acara resepsi pernikahan Roos dan Bian Koen, dan setelah Roos yang diberi nama Rooslily menikah dengan Bian Koen, mereka akhirnya hidup bahagia dan mempunyai dua anak, seorang anak perempuan dan seorang lagi anak laki-laki.

-----Tamat-----
Makassar, 7 April 2012

0 komentar:

Posting Komentar