Senin, 16 April 2012

cerita rakyat Makassar : Pung Buaja Na Pung Kura-Kura

Pung Buaja Na Pung Kura-Kura

Dahulu kala, di tepi sungai Jene Berang dihuni seekor buaya (Pung Buaja). Pung Buaja itu merasa paling hebat dengan binatang lainnya, anatara lain paling hebat lari.
suatu ketika, dari jauh ia melihat Pung Kura-Kura berjalan agak lamban. "Hai Kura, jalanmu lambat sekali, apa tak bisa cepat" ejek Pung Buaja
"Memang jalanku lambat Buaja, tapi kalau mau tanding lari, kami siap menantangmu, asal kau lari di bawah sungai, saya di pinggiran" tantang Pung Kura-Kura.
Mendengar tantangan itu, Pung Buaja tak percaya "Mana mungkin jalannya pelan-pelan bisa mengalahkanku. lihat kehebatanku, dalam waktu singkat kami bisa mencapa puluhan meter. kamu satu jam untung kalau ada satu meter" ejek si Buaja lagi.
"Kalau begitu Buaja, besok kita lomba lari" tantang si Kura.
"Oke! saya siap terima tantanganmu Pung Kura-Kura" kata Pung Buaja
Pada malam harinya, Pung Kura-kura mengumpulkan teman-temannya. mereka lalu memasang strategi. Kura yang hampir ribuan itu kemudian berjejer di sepanjang pinggiran sungai Jene Berang.
setelah mantap, keesokan harinya Pung Buaja datang menerima tantang itu. Pung Buaja lalu turun ke Sungai dan Pung Kura-kura tetap di pinggiran sungai.
ketika pertandingan dimulai, Pung Buaja pun mulai ambil langkah seribu. larinya kencang sekali, namun setiap saat Pung Buaja memanggil Pung Kura-kura "Dimana kau Kura" panggil Buaja, "Uk... saya ada di depan mu" kata Pung Kura. begitu seterusnya, setiap memanggil selalu kura yang didepannya menyahut.
ketika hampir di finish, Pung Buaja memanggil Pung Kura-Kura lagi, dari jauh terdengar suara sahutan Pung Kura-Kura "Saya sudah lama di finish Pung Buaja, dari mana kamu" kata Pung Kura-Kura.
Pung Buaja yang sudah terlihat lelah, tak bisa berkata apa-apa dan mengaku kalah atas kehebatan Pung Kura-Kura. "Saya akui kehebatanmu lari Pung Kura-Kura" aku Pung Buaja.
Mulai saat itu, Pung Buaja mulai berjanji untuk tidak mengejek lagi Pung Kura-Kura. kedunya lalu menjadi sahabat karib.

1 komentar:

damaryanti fisiko dewi mengatakan...

ceritanya bagus, aku baru tau kalau ada kisah pung buaja dan pung kura-kura

Posting Komentar