Sabtu, 31 Maret 2012

Kohesi dan Koherensi


Kohesi dan Koherensi
Kohesi merupakan organisasi sintaktik, wadah kalimat-kalimat disusun secara padu dan padat untuk menghasilkan tuturan. Kohesi adalah hubungan antar kalimat di dalam wacana baik dalam strata gramatikal maupun dalam tataran leksikal tertentu (Gutwinsky, 1976:26).
Suatu teks atau wacana benar-benar kohesif apabila terdapat kesesuaian bentuk bahasa terhadap konteks (situasi luar bahasa). Ketidaksesuaian bentuk bahasa dengan konteks akan menghasilkan teks yang tidak kohesif (James,1980:102-104). Jadi kalau dikaitkan dengan aspek bentuk dan makna maka kohesi mengacu pada aspek formal bahasa. Aspek formal bahasa (language) yang berkaitan erat dengan kohesi ini melukiskan bagaimana caranya proposisi-proposisi saling berhubungan satu sama lain untuk membentuk teks.
Pengertian koherensi adalah kohesi perbuatan atau keadaan menghubungkan atau mempertalikan. Koherensi adalah pengaturan secara rapi, kenyataan dan gagasan, fakta dan ide menjadi suatu rangkaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dikandungnya. Sehingga koherensi mengacu pada aspek ujaran yang menggambarkan bagaimana caranya proposisi-proposisi yang tersirat disimpulkan untuk menafsirkan tindak ilokusi sebagai acuan koherensi.
Sebagai contoh, terdapat kalimat Nisa dan Dinda berjalan menuju kelas sambil membawa setumpuk buku yang bersampul hijau, kemudian sesampainya mereka di kelas salah satu temannya bertanya “dari mana saja kau?”, dalam kalimat tersebut secara kohesi benar namun secara koherensi tidak dapat dimengerti sebab kalimat tersebut  ada ujaran yang tidak diketahui apa maksud dari ujarannya.

0 komentar:

Poskan Komentar